Willyz widhy tabatabai's Blog

Just another WordPress.com weblog

OBJEK DAN METODE PENELITIAN

BAB III

OBJEK DAN METODE PENELITIAN

3.1  Objek Penelitian

Sesuai dengan kebutuhan dan tujuan penelitian, maka objek penelitian merupakan hal yang mendasari pemilihan, pengolahan, dan penafsiran semua data dan keterangan yang berkaitan dengan apa yang menjadi tujuan dalam penelitian.

Dalam penelitian ini yang menjadi objek penelitian adalah Penerapan Prinsip Good Corporate Governance sebagai variable X terhadap Pengungkapan Laporan Keuangan sebagai variable Y pada PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten yang berlokasi di jalan Asia Afrika No.63 Kota Bandung.

3.1.1 Unit Penelitian

Dalam penelitian ini, yang menjadi unit penelitian adalah sebuah perusahaan terbuka yaitu bagian-bagian yang berkaitan dengan penerapan Prinsip Good Corporate Governance dan Pengungkapan laporan keuangan di PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten.

Penerapan Prinsip Good Corporate Governance adalah suatu sistem yang ada pada suatu organisasi yang memiliki tujuan untuk mencapai kinerja organisasi semaksimal mungkin  dengan cara-cara yang tidak merugikan stakeholder organisasi tersebut. Sedangkan yang dimaksud   pengungkapan  laporan keuangan

Penelitian ini dilaksanakan di PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten yang berlokasi di jalan Asia Afrika No.63 Kota Bandung. Perusahaan ini dipilih sebagai unit penelitian, karena telah menerapkan prinsip-prinsip Good Corporate Governance dan melakukan pengungkapan laporan keuangan.

3.1.2   Populasi Penelitian

Menurut Sugiono (2002:32) mengenai pengertian populasi adalah sebagai berikut :

“Wilayah generalisasi yang  terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakterisitik tertentu oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.”

Dalam setiap penelitian terlebih dahulu ditetapkan populasi sasaran. Pengertian populasi sasaran adalah :

Populasi spesifik yang relevan dengan tujuan dan masalah penelitian”

(Nur dan Bambang, 2002:119)

Populasi sasaran dapat berupa sekumpulan objek yang ditentukan melalui kriteria tertentu yang dapat  dikategorikan ke dalam objek tersebut. Populasi sasaran bisa berupa manusia, file-file, atau dokumen yang dapat dipandang sebagai objek penelitian. Sesuai dengan judul penelitian yaitu “ Pengaruh penerapan prinsip Good Corporate Governance terhadap pengungkapan laporan keuangan. Maka yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah bagian-bagian didalam  perusahaan yang terkait dengan penerapan prinsip Good Corporate Governance dan pengungkapan laporan keuangan yaitu  deputi keuangan  10 orang (termasuk pimpinan deputi) dan deputi akuntansi 14 orang (termasuk pimpinan deputi) sehingga jumlah populasi pada penelitian ini sebanyak 24 orang.

3.1.3    Ukuran Sampel dan Teknik Sampling

3.1.3.1 Ukuran Sampel

Sampel merupakan bagian dari populasi yang memiliki karakteristik yang dimiliki oleh populasi itu sendiri dimana sampel itu diambil. Pengukuran sampel merupakan suatu langkah yang diambil dalam melaksanakan suatu penelitian.

Dalam penelitian ini dengan berpedoman pada Winarno Surakhmat (1994:100) yang mengatakan bahwa :

“ Untuk  pedoman umum dapat dikatakan bahwa  bila populasi dibawah 100 orang maka dapat digunakan sampel 50% dan jika diatas 100 orang sebesar 15%.“

Maka jumlah  sampel yang diambil sebesar  50% dari jumlah populasi sebanyak 24 orang. Maka responden yang diambil adalah 12 orang berdasarkan perhitungan 50% x 24 orang =  12 orang,  dimana pimpinan masing-masing deputi  2 orang, staf deputi  keuangan  4 orang, dan staf deputi akuntansi 6 orang.

3.1.3.2  Teknik Sampling

Sampling adalah suatu cara pengumpulan data yang tidak menyeluruh, yaitu tidak mencakup seluruh objek penyelidikan (populasi), akan tetapi hanya sebagian saja dari populasi (N).

Teknik sampling merupakan cara pengumpulan data yang sifatnya tidak menyeluruh yaitu tidak mencakup seluruh objek penelitian, akan tetapi hanya sebagian saja dari jumlah populasi yang ada pengambilan sampel ini memungkinkan penulis untuk melakukan perhitungan statistic untuk menentukan kedua variable yang akan diteliti.

Adapun cara pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan simple random sampling. Menurut Sugiono (2004:74) dikatakan simpel (sederhana) karena :

“Pengambilan sampel anggota populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi  itu.”

3.1.4  Prosedur Pemilihan Objek Penelitian

Prosedur pemilihan objek merupakan serangkaian langkah-langkah  yang ditempuh untuk menentukan objek penelitian. Adapun cara-cara dalam penelitian ini langkah-langkah yang dilalui penulis untuk memilih objek penelitian adalah sebagai berikut :

  1. Penulis  mengadakan studi pustaka guna mendapatkan pemahaman menganai objek yang akan diteliti.
  2. Penulis mengajukan proposal kepada pihak pogram studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Pasundan  mengenai objek yang akan diteliti dan pada akhirnya  penulis mendapatkan persetujuan mengenai objek yang akan diteliti.
  3. Kemudian penulis mengajukan proposal kepada PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten  mengenai  kemungkinan akan dilakukannnya penelitian tentang pengaruh penerapan prinsip Good Corporate Governance terhadap pengungkapan laporan keuangan.
  4. Setelah proposal tersebut disetujui oleh pihak perusahaan, selanjutnya penulis melakukan penelitian sesuai dengan objek yang akan diteliti.
  5. Penulis menyusun data yang telah diperoleh dalam bentuk skripsi.

3.2  Metode Penelitian

Metode penelitian merupakan suatu cara atau teknik yang dapat membantu peneliti tentang urutan bagaimana penelitian dilakukan. Menurut  Sugiyono (2006:1) mendefinisikan metode penelitian sebagai berikut :

“Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu.”

Metode penelitian yang dipakai penulis dalam penelitian ini adalah metode studi empiris, yaitu penelitian terhadap fakta empiris yang diperoleh berdasarkan observasi atau pengalaman. Menurut Sugiyono (2006:7) mengemukakan bahwa penelitian studi empiris adalah :

“Cara-cara yang dilakukan itu dapat diamati oleh indera manusia, sehingga orang lain dapat mengamati dan mengetahui cara-cara yang digunakan.”

3.2.1  Pendekatan Penelitian

Dalam melakukan penelitian tentang pengaruh penerapan prinsip Good Corporate Governance terhadap pengungkapan laporan keuangan, maka penulis melakukan pendekatan penelitian dengan menggunakan metode deskritif asosiatif. Karena adanya variable-variabel yang akan ditelaah hubungannya seta tujuannya untuk menyajikan gambaran secara terstruktur, akurat, faktual serta hubungan antar variable yang diteliti melalui pengujian hipotesis.

Menurut Sugiono (2004:11) mendefinisikan metode deskritif adalah :

“Metode deskritif adalah metode yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel, baik satu variabel atau lebih (independent) tanpa membuat perbandingan, atau menghubungkan dengan variabel yang lain”

Sedangkan yang dimaksud penelitian Asosiatif menurut Sugiono                ( 2004:11) adalah :

“Penelitian Asosiatif merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara 2 variabel atau lebih”

Adapun analisis penelitian akan dilakukan melalui pengujian kuantitatif dengan metode statistik untuk menguji hipotesis.

3.2.2  Operasionalisasi Variabel

Operasionalisasi variabel adalah suatu cara mengukur suatu konsep dimana terdapat variabel-variabel yang langsung mempengaruh dan dipengaruhi, yaitu variabel yang dapat menyebabkan masalah lain terjadi dan atau variabel yang situasi dan kondisinya tergantung variabel lain.

Menurut Sugiono (2003:33) mengungkapkan tentang pengertian variabel bebas dan variabel terikat bahwa :

“ Variable bebas adalah variable yang mempengaruhi atau menjadi sebab perubahan atau timbulnya variable terikat, sedangkan variabel terikat adalah mengungkapkan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi timbul adanya variable bebas.”

Sesuai dengan judul penelitian yaitu pengaruh Penerapan Prinsip Good Corporate Governance terhadap Pengungkapan Laporan Keuangan, maka dalam penelitian ini terdapat dua buah variabel, yaitu:

  1. Variabel Independen (Variabel X)

Variable independen adalah variabel yang menerangkan variable lainnya, atau variable yang tidak tergantung pada variabel lainnya. Dalam kaitannya dengan masalah yang diteliti, maka yang menjadi variabel X adalah  Penerapan prinsip Good Corporate Governance.

  1. Variabel Dependen ( Variabel Y)

Variabel dependen adalah variabel yang dipengaruhi oleh variabel bebas atau diterangkan oleh variabel lainnya. Dalam kaitannya dengan masalah yang diteliti, maka  yang menjadi variabel Y adalah  Pengungkapan Laporan Keuangan.

Adapun operasionalisasi variabel X dan variabel Y digambarkan dalam tabel  3.1 dan 3.2 berikut ini :

Tabel 3.1

Operasionalisasi Variabel X

(Penerapan prinsip Good Corporate Governance)

Variabel Sub variable Indikator Skala
Penerapan prinsipGood Corporate Governance
  • Transparency (Transparansi)

  • Accountability (Akuntabilitas)
  • · Responsibilities (Responsibilitas)

  • Independency ( Independensi

  • Fairness (Kewajaran)
-      Keterbukaan dalam proses Pengambilan Keputusan-      Menyediakan dan mempublikasikan informasi keuangan dan informasi lainnya secara akurat dan tepat waktu

-      Kewajiban memilki komisaris independen dan komite audit

-      Praktek audit internal yang efektif

-      Penjelasan fungsi, hak, kewajiban, wewenang dan tanggung jawab

-      Pengelolaan  perusahaan selalu memperhatikan kepentingan masyarakat

-      Kepatuhan terhadap prinsip korporasi yang sehat serta peraturan perundangan yang berlaku

-      Pengelolaan perusahaan secara profesional tanpa benturan kepentingan dan pengaruh dari pihak manapun yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan prinsip-prinsip korporasi yang sehat

-      Perlindungan terhadap pemegang saham-saham secara fair (jujur dan adil)

-      Memonitor dan menjamin perlakuan yang adil diantara beragam kepentingan dalam perusahaan

-      Peraturan perundang-undangan yang jelas, tegas dan konsisten serta dpat ditegaskan secara efektif

Ordinal

Ordinal

Ordinal

Ordinal

Ordinal

Ordinal

Ordinal

Ordinal

Ordinal

Ordinal

Ordinal

Sumber : Mas Achmad Daniri (2006:9)

Tabel  3.2

Operasionalisasi Variabel Y

(Pengungkapan Laporan Keuangan)

Variabel Sub Variabel Dimensi Skala
Pengungkapan Laporan Keuangan Kriteria PenjelasanI.Umum

II.Ikhtisar Data Keuangan

III. Laporan   Dewan Komisaris  dan Direksi

IV.Profil Perusahaan

V.Analisis dan Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan

VI. Good Corporate Governance



VII.Informasi Keuangan

-    Dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar, dianjurkan menyajikan juga dalam bahasa Inggris.-   Dicetak pada kertas berwarna terang agar mudah dibaca dan jelas.

-   Mencantumkan identitas perusahaan dengan jelas, nama perusahaan dan tahun Annual Report


-   Informasi keuangan dalam bentuk perbandingan selama lima tahun buku atau sejak memulai usahanya jika perusahaan tersebut menjalankan kegiatan usahanya selama kurang dari lima tahun,

-   Laporan tahunan wajib memuat informasi harga saham tertinggi, terendah, dan penutupan, serta jumlah saham yang diperdagangkan untuk setiap masa triwulan dalam dua tahun buku terakhir (jika ada)

-   Laporan Dewan Komisaris

-   Laporan Direksi

-   Nama dan alamat perusahaan

-   Riwayat singkat perusahaan, mencakup antara lain, tanggal/tahun pendirian, nama dan perubahan nama perusahaan (jika ada).

-   Bidang usaha meliputi jenis produk dan atau jasa yang dihasilkan

-   Struktur organisasi dalam bentuk bagan.

-   Nama,jabatan, dan riwayat hidup singkat anggota Dewan Komisaris dan anggota Direksi.

-   Tinjauan operasi per segmen, memuat uraian mengenai produksi penjualan/ pendapatan usaha, profitabilitas, dan peningkatan kapasitas produksi untuk masing-masing segmen usaha.

-   Uraian atas kinerja keuangan perusahaan, analisis kinerja keuangan yang mencakup perbandingan antara kinerja keuangan tahun yang bersangkutan dengan tahun sebelumnya,

-   Bahasan mengenai ikatan yang material untuk investasi barang modal

-   Uraian tentang komponen-komponen substansial dari pendapatan atau beban lainnya, untuk dapat mengetahui hasil usaha perusahaan.

-   Informasi dan fakta material yang terjadi setelah tanggal laporan akuntan, uraian kejadian penting setelah tanggal laporan akuntan, uraian kejadian penting setelah tanggal laporan akuntan termasuk dampaknya terhadap kinerja dan risiko usaha dimasa mendatang.

-    Visi dan misi perusahaan

-    Uraian Dewan Komisaris

-  Uraian Direksi

-  Komite audit

-  Komite-komite yang dimiliki oleh perusahaan

-    Akses Informasi dan data perusahaan, uraian mengenai tersedianya akses informasi dan data perusahaan kepada publik, misalnya melalui website, media massa, mailing list, buletin, dan sebagainya

-  Surat pernyataan Direksi  tentang tanggungjawab Direksi atas laporan keuangan, sesuai dengan peraturan Bapepam No.VIII. G.11 tentang tanggungjawab Direksi atas Laporan keuangan.

- Opini  akuntan atas laporan keuangan, sesuai dengan SPAP-IAI

- Deskripsi Auditor Independen di opini,

- Laporan keuangan yang lengkap, memuat secara lengkap  unsur-unsur laporan keuangan

- Penyajian laporan arus  kas

- Ikhtisar kebijakan akuntansi

Ordinal

Ordinal

Ordinal

Ordinal

Ordinal

Ordinal

Ordinal

Ordinal

Ordinal

Ordinal

Ordinal

Ordinal

Ordinal

Ordinal

Ordinal

Ordinal

Ordinal

Ordinal

Ordinal

Ordinal

Ordinal

Ordinal

Ordinal

Ordinal

Ordinal

Ordinal

Ordinal

Ordinal

Ordinal

Sumber : Sofyan Syafri Harahap ( 2008: 222-232 )

3.2.3  Sumber Data Penelitian

Menurut Sugiono (2001:1) pengertian data penelitian adalah sebagai berikut :

“ Data penelitian adalah informasi yang diperoleh melalui penelitian dengan cara ilmiah berupa rasional, empiris dan sistematis sehingga menghasilkan data yang valid.”

Data yang dibutuhkan penulis dalam penelitian ini adalah data primer yaitu :

  1. 1. Data primer, yaitu data yang diperoleh dari pengamatan yang dilakukan secara langsung oleh penulis pada objek tempat penelitian dilakukan. Data ini diperoleh dari :
  • · hasil observasi secara langsung,
  • · wawancara,
  • · dan penyebaran angket kepada pihak yang terkait.

Pegertian data primer menurut Sugiyono (2004:129) adalah :

“ Sumber data langsung memberikan data pada pengumpul data.”

Data yang digunakan sebagai dasar dalam penelitian ini sebagai dasar untuk menguji hipotesis adalah data yang diperoleh langsung dari subjek yang diteliti.

3.2.4  Teknik Pengumpulan Data

Untuk memperoleh hasil penelitian yang diharapkan, maka diperlukan data dan informasi yang akan mendukung penelitian ini. Untuk keperluan tersebut penulis menggunakan teknik pengumpulan data, sebagai berikut :

  1. 1. Penelitian Lapangan (Field Research)

Untuk melihat kenyataan yang sebenarnya dari masalah-masalah yang dikonsentrasikan, maka diperlukan penelitian lapangan untuk memperoleh data primer secara langsung dari pihak-pihak yang berkaitan dengan topik penelitian ini. Adapun langkah-langkah didalam pengumpulan data ini dilakukan dengan cara :

  1. a. Mengadakan wawancara dengan pihak-pihak yang ada hubungannya dengan masalah penelitian.
  2. Melakukan observasi atau pengamatan langsung tentang Penerapan Prinsip Good Corporate Governance terhadap Pengungkapan Laporan Keuangan di PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten.
  3. Melakukan studi dokumentasi, yaitu dengan cara mempelajari dokumen dan catatan dibagian yang berhubungan dengan masalah yang diteliti.
  4. Menyebarkan angket kepada bagian-bagian yang berhubungan dengan masalah penelitian.
  5. Penelitian Kepustakaan (Library Research)

Maksud studi kepustakaan yang dilakukan penulis adalah untuk memperoleh data sekunder dalam menunjang data primer yang diperoleh dari penelitian lapangan. Data sekunder adalah bahan informasi yang dikemukakan oleh para ahli dibidangnya, sehingga relevan dengan pembahasan penelitian. Data diperoleh dengan cara :

  1. Membaca literatur yang ada hubungannya dengan masalah yang diteliti.
  2. Membaca dan mempelajari materi kuliah serta bahan tertulis lainnya.

3.2.5 Instrumen  Penelitian

Pada penelitian ini instrument  yang digunakan adalah  kuesioner  dan  wawancara. Adapun pengertian instrument menurut Sugiono (2004:97) mendefinisikan instrument penelitian adalah :

“Instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati”

Variabel yang diukur dijabarkan menjadi indikator variabel diatas. Akhirnya indikator-indikator yang terukur ini dapat dijadikan titik tolak untuk membuat item atau instrumen  yang berupa pertanyaan atau pertanyaan yang perlu dijawab responden.

Karena data yang diperoleh dalam penelitian ini dalam bentuk ordinal, maka dalam penelitian ini mengunakan Skala Likert. Menurut Ridwan dan Akdon (2007: 12)  mengemukakan pengertian Skala Likert sebagai berikut :

“Skala yang didasarkan pada ranking yang diurutkan dari jenjang yang lebih tinggi sampai jenjang terendah atau sebaliknya.”

Dengan menggunakan Skala Likert dalam penelitian tersebut, maka variable dalam penelitian ini dijabarkan menjadi indikator-indikator yang dapat diukur. Indikator-indikator yang terukur ini dapat dijadikan sebagai titik tolak dalam pembuatan pertanyaan dan pernyataan yang perlu dijawab oleh responden.

Table 3.4

Skor Pernyataan Varabel X (Penerapan Prinsip GCG)

dan  variable Y ( Pengungkapan laporan keuangan)

Pernyataan Untuk skor pertanyaan
SelaluSering kali

Kadang-kadang

Jarang sekali

Tidak pernah

54

3

2

1

(Sumber : Ridwan dan Akdon, 2007: 12)

Penelitian ini pada prinsipnya adalah melakukan pengukuran terhadap fenomena sosial, maka dalam penelitian ini harus ada alat ukur yang baik. Adapun instrument yang digunakan dalam penelitian ini.

Alat ini harus dipilih sesuai jenis data yang diinginkan. Instrumen penelitian sebagai alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai   berikut :

1. Instrumen untuk mengukur variabel independen (X) yaitu menggunakan kuesioner.

2.  Instrumen  untuk mengukur variabel dependen (Y) yaitu menggunakan kuesioner.

3.2.6   Model Penelitian

Model penelitian merupakan abstraksi dari fenomena-fenomena dengan masalah yang diteliti. Dalam hal ini, sesuai dengan judul skripsi “Pengaruh Penerapan Prinsip Good Corporate Governance Terhadap Pengungkapan Laporan Keuangan” maka model penelitian dapat digambarkan sebagai berikut :

Gambar 3.1 Model Penelitian

Model penelitian tersebut mempunyai makna bahwa Pengungkapan Laporan Keuangan (Variabel Y) dipengaruhi oleh Prinsip Good Corporate Governance (Variabel X).

Bila dijabarkan secara matematis, maka hubungan antara kedua variabel tersebut adalah sebagai berikut :

Y=ƒ (x)

Dimana :

X =  Penerapan prinsip Good Corporate Governance

Y          = Pengungkapan Laporan Keuangan

ƒ          = Fungsi

Jadi, jika penerapan Prinsip Good Corporate Governance tersebut memadai maka akan berpengaruh terhadap Pengungkapan Laporan Keuangan.

3.2.7    Analisis Data dan Rancangan Pengujian Hipotesis

3.2.7.1 Analisis Data

Dalam melakukan analisis data, diperlukan data yang akurat dan dapat dipercaya yang nantinya akan digunakan dalam penelitian yang dilakukan oleh penulis. Analisis data adalah proses penyerderhanaan data ke dalam bentuk yang lebih mudah diinterpretasikan. Data yang dihimpun dari hasil penelitian akan penulis bandingkan antara data yang ada dilapangan dengan data kepustakaan, kemudian dilakukan analisis untuk menarik kesimpulan.

Menurut Sugiono (2004:142) mendefinisikan analisis data adalah sebagai berikut :

“ Analisis data merupakan kegiatan setelah data dari seluruh data responden terkumpul. Kegiatan dalam analisis data adalah mengelompokan data berdasarkan variabel dan jenis responden, menyajikan data dari setiap variabel yang diteliti, melakukan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah yang melakukan perhitungan untuk menguji hipotesis yang telah diajukan.”

Dalam melakukan analisis terhadap data yang dikumpulkan untuk mencapai suatu kesimpulan, penulis melakukan pengolahan dan penganalisaan data. Langkah-langkah yang dilakukan adalah :

  1. Penulis melakukan pengumpulan dengan cara sampling dimana yang diselidiki adalah sampel yang merupakan sebuah sub himpunan dari pengukuran-pengukuran yang dipilih dari populasi yang menjadi perhatian dalam penelitian.
  2. Setelah metode pengumpulan data ditentukan kemudian ditentukan alat untuk memperoleh data dari elemen-elemen yang akan diselidiki, alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah daftar penyusunan atau kuesioner.
  3. Daftar kuesioner kemudian disebar kebagian-bagian yang telah ditetapkan. Berdasarkan setiap item dari masing-masing indicator akan dijabarkan dalam sebuah daftar pertanyaan (kuesioner) yang kemudian kuesioner ini dibagikan kepada bagian-bagian yang bersangkutan dengan masalah yang diuji, dimana masing-masing indicator akan memiliki lima jawaban dengan masing-masing nilai berbeda, tiap-tiap jawaban akan diberi skor, dimana hasil skor akan maenghasilkan skala penguuran ordinal.

Dengan skala likert, maka variable yang akan diukur dijabarkan menjadi indicator variable. Kemudian indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak ukur untuk menyusun item-item instrumen yang dapat berupa pernyataan.

Menurut Riduwan dan Akdon (2007:12) pengertian Skala Likert adalah :

“Skala yang didasarkan pada ranking yang diurutkan dari jenjang yang lebih tinggi sampai jenjang terendah atau sebaliknya.”

Dengan skala likert,maka variable yang akan dijabarkan menjadi indikaor variable. Indicator yang terukur ini dapat dijadikan sebagai titik tolak dalam pembuatan pertanyaan dan pernyataan yang perlu dijawab oleh responden.

Menurut Sugiyono (2006:86) menyatakan bahwa :

“Jawaban setiap instrument yang menggunakan skala likert mempunyai gradasi dari sangat positif sampai sangat negative, yang dapat berupa kata-kata dengan diberi skor, misalnya :

Sangat setuju/selalu/sangat positif diberi skor                                    5

Setuju/sering/positif diberi skor                                                          4

Ragu-ragu/kadang-kadang/netral diberi skor                                      3

Tidak setuju/hampir tidak pernah/negative diberi skor                       2

Sangat tidak setuju/tidak pernah/sangat positif di beri skor               1”

  1. Apabila data terkumpul, kemudian dilakukan pengolahan data dan dianalisis. Sebelum dianalisis dilakukan tabulasi data. Menurut Pabundu Tika (2006:81) tabulasi data adalah :

“Proses penyusunan dan analisis data dalam bentuk tabel.”

Tabulasi  dengan memasukan data dengan bentuk tabel, kemudian dalam penelitian ini peneliti menggunakan uji statistik. Untuk menilai variable X dan variable Y, maka analisis yang digunakan berdasarkan rata-rata (Mean) dari masing-masing variable. Nilai rata-rata ini dapat dengan menjumlahkan data keseluruhan dalam setiap variable, kemudian dibagi dengan responden.

Untuk mengetahui tanggapan responden terhadap masing-masing variabel maka, dilakukan pengolahan data dari angket yang disebar. Langkah-langkah pengolahan data tersebut diperoleh dengan mencari mean (rata-rata) dari variabel X dan variabel Y, rumusnya adalah:

Untuk Variabel X Untuk Variabel Y

(Sugiyono, 2003 : 43)

Keterangan:

Me =          Rata-rata   (mean)

=          Nilai X ke-i sampai ke-n

=          Nilai Y ke-i sampai ke-n

n          =          Jumlah Responden

Setelah didapat rata-rata dari masing-masing variabel kemudian dibandingkan dengan kriteria yang peneliti tentukan berdasarkan nilai terendah dan nilai tertinggi dari hasil kuisioner. Nilai terendah dan nilai tertinggi itu masing-masing peneliti ambil dari jumlah pertanyaan dalam kuisioner dari variabel X yaitu 15 pertanyaan dikalikan dengan skor terendah (1) untuk nilai terendah dan skor tertinggi (5) untuk skor tertinggi.

1 + 3,3 Log. n

Sedangkan rumus kelas interval menurut Sugiyono (1999:29) adalah sebagai berikut :

Keterangan :

n =  jumlah responden

Kemudian rentang data dihitung dengan cara nilai tertinggi dikurangi dengan nilai terendah. Sedangkan untuk menghitung panjang kelas dengan cara rentang data dibagi dengan jumlah kelas.

Untuk variabel X, nilai terendahnya adalah 15 yang diperoleh dari skor terendah dikalikan banyaknya pertanyaan dalam kuisoner varibel X (1 x 15 = 15). Demikian pula untuk nilai tertingginya adalah, yang diperoleh dari skor tertinggi dikalikan banyaknya pertanyaan yaitu 75. Sedangkan untuk variabel Y yaitu 35 yang diperoleh dari skor terendah dikalikan banyaknya pertanyaan dalam kuisoner varibel Y (1 x 35 = 35). Demikian pula untuk nilai tertingginya adalah, yang diperoleh dari skor tertinggi dikalikan banyaknya pertanyaan yaitu 5×35=175

Berdasarkan hal tersebut maka, dapat diketahui untuk variabel X panjang kelasnya yaitu 12 yang diperoleh dari rentang data (75-15=60) dibagi jumlah kelas (5), sedangkan untuk variabel Y panjang kelasnya yaitu 28 diperoleh dari rentang data (175-35=140) dibagi jumlah kelas (5).

Maka dengan demikian kriteria untuk menilai Variabel X dan Y adalah sebagai berikut:

Tabel 3.3

Kriteria Penilaian Tanggapan Responden

untuk Variabel X

Nilai Kriteria
15 – 26 Sangat Tidak Baik
27- 39 Tidak Baik
40- 51 Cukup Baik
52 – 62 Baik
63 – 75 Sangat Baik

(Sumber : Pabundu Tika, 2006: 77)

Tabel 3.4

Kriteria Penilaian Tanggapan Responden

untuk Variabel Y

Nilai Kriteria
35-62 Sangat Tidak Baik
63-90 Tidak Baik
91-118 Cukup Baik
119-146 Baik
147-175 Sangat Baik

(Sumber : Pabundu Tika, 2006:77)

Perhitungan dari hasil kuesioner dilakukan setelah adanya analisis data antara lapangan dengan kepustakaan agar hasil akhir analisis dapat teruji dan dapat diandalkan.

3.2.7.2 Pengujian Data

1. Uji Validitas

Menurut Sevilla yang dikutip oleh Husein Umar (2000:58) Validitas adalah :

“Validitas merupakan suatu derajat ketepatan dan kecermatan alat ukur penelitian tentang isi dan arti yang diukur dalam pengujian validitas, tiap butir digunakan analisis item yaitu mengkorelasikan skor tiap butir dengan skor total merupakan tiap skor butir.”

Yang dimaksud dengan Uji Validitas adalah suatu data dapat dipercaya kebenarannya sesuai dengan kenyataan. Dalam hal ini Masrun yang dikutip oleh Sugiyono (2002:124) menyatakan bahwa :

“Teknik korelasi untuk menentukan validitas item ini sampai sekarang merupakan teknik yang paling banyak digunaakan. Dan item  yang mempunyai korelasi positif dengan kriterium (skor total) serta korelasi yang tinggi, menunjukan bahwa item tersebut mempunyai validitas yang tinggi pula”

Syarat minimum untuk dianggap memenuhi syarat   adalah jika r = 0, 3. Jadi apabila korelasi antara butir dengan skor kurang dari 0,3 maka butir dalam instrument tersebut dinyatakan tidak valid. Metode yang digunakan adalah korelasi product moment , adapun rumus untuk mencari nilai korelasi tersebut adalah :

2.   Uji Realibilitas

Menurut Sugiono ( 2008:172) mengemukakan bahwa :

“  Uji realibilitas digunakan untuk mengetahui apakah alat pengumpul data menunjukan tingkat ketepatan, tingkat keakuratan, kestabilan atau konsisten dalam mengungkapkan gejala tertentu”.

Sedangkan untuk menguji  realibilitas  maka digunakan rumus Alpha sebagai berikut :

Keterangan :        = Realibilitas Instrumen

k         = banyaknya butir pertanyaan

=  jumlah varians butir

= varians total

Menurut Suharsimi Arikunto (2002:171) untuk memperoleh  jumlah varians butir , harus dicari terlebih dahulu varians setiap butir yaitu adalah sebagai berikut :

Keterangan :  = jumlah kuadrat varians tiap butir

N = jumlah responden

Syarat minimum    yang dianggap memenuhi syarat adalah kalau koefisien alpha cronbach’s yang didapat 0,6. Jika koefisien yang didapat kurang dari 0,6  maka Instrumen penelitian tersebut dinyatakan tidak reliable.  Apabila dalam uji coba instumen ini sudah valid dan reliable, maka dapat digunakan unuk pengukuran dalam rangka pengumpulan data.

3.2.7.2  Rancangan Pengujian Hipotesis

a. Pengujian Hipotesis

Untuk menguji tingkat signifikasi parsial setiap variabel maka digunakan uji t dengan rumus sebagai berikut :

Hasil perhitungan uji t kemudian dibandingkan dengan  yang diperoleh dengan menggunakan tingkat signifikan (α) dan derajat kebebasan n-2. Hipotesis yang telah ditetapkan tersebut akan diuji berdasarkan daerah penerimaan dan daerah penolakan yang ditetapkan sebagai berikut :

  • Ho diterima jika nilai
    • Ho ditolak jika nilai

Rancangan pengujian hipotesis untuk mengetahui korelasi dari kedua variable yang diteliti, dalam hal ini adalah korelasi Pengaruh Penerapan Prinsip Good Corporate Governance Terhadap Pengungkapan Laporan Keuangan menggunakan pengujian statistik.

Skala yang digunakan untuk mengukur kedua variable tersebut adalah skala ordinal. Skala tersebut dimasukan kedalam jenjang-jenjang atau rangking, sehingga dapat diukur dengan menggunakan statistika non parametric dengan menggunakan analisis korelasi Rank Spearman.

Langkah-langkah rancangan pengujian hipotesis terdiri dari :

1.  Penetapan Hipotesis Nol (Ho) dan Hipotesis Alternatif (Ha)

Hipotesis yang akan diuji dalam penelitian ini berkaitan dengan ada tidaknya Pengaruh Penerapan Prinsip Good Corporate Governance terhadap Pengungkapan Laporan Keuangan atau dengan kata lain untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh variable bebas dengan variable terikat.

Hipotesis (Ho) merupakan suatu hipotesis mengenai tidak adanya pengaruh variable bebas ( Variabel X) dengan variable terikat ( Variabel Y), sedangkan hipotesis alternatif (Ha) yang juga merupakan hipotesis penelitian, yaitu “Penerapan Prinsip Good Corporate Governance mempunyai Pengaruh terhadap Pengungkapan Laporan Keuangan”, menunjukan adanya hubungan variabel bebas dengan variabel terikat.

Hipotesis yang ditetapkan adalah sebagai berikut :

Ho   :   = 0     Tidak terdapat pengaruh Penerapan Prinsip Good Corporate Governance terhadap Pengungkapan Laporan Keuangan.

H1    :  ≠ 0    Terdapat pengaruh Penerapan Prinsip Good Corporate Governance terhadap Pengungkapan Laporan Keuangan.

2. Pemilihan Tes Statistik dan Perhitungan Nilai Statistik

Tujuan dari penelitian adalah untuk menjawab masalah atau pertanyaan penelitian melalui proses analisis data statistik digunakan oleh peneliti sebagai metode untuk menganalisis data yang dapat berupa deskripsi dan estimasi data untuk menarik hasil penelitian.

Analisis korelasi yang digunakan dalam pengujian hipotesis  ini adalah analisis korelasi Rank Spearman dengan alasan penggunaan teknik pengujian ini merupakan ukuran asosiasi yang menuntut kedua variabel diukur sekurang-kurangnya dalam skala ordinal sehingga objek-objek atau individu-individu yang dipelajari dapat diranking dalam dua rangkaian berturut-turut (Siegel, 1997, 250). Rumus untuk mengukur koefisien Rank Spearman adalah sebagai berikut:

(Sydney Siegel, 1997:253)

Keterangan:

= Koefisien korelasi Rank Spearman

n          = Jumlah responden

= Selisih antara rank x dan rank y

Menurut Ety Rochaety (2007:129) mengemukakan bahwa :

“Korelasi Rank Spearman digunakan oleh peneliti untuk mengetahui ada tidaknya tingkat hubungan antara variable X dengan variable Y.”

Untuk mengetahui kuat atau tidaknya hubungan antara kedua variabel, dapat dilihat dari kategori sebagai berikut :

Tabel 3.5.

Kategori Koefisien Korelasi

Koefisien Korelasi Tingkat Hubungan
0,00 – 0,199 Sangat Rendah
0,20 – 0,399 Rendah
0,40 – 0,599 Sedang
0,60 – 0,799 Kuat
0,80 – 1,000 Sangat Kuat

( Sumber : Sugiyono, 2003 : 183)

Sebelum koefisien korelasi digunakan untuk membuat kesimpulan, terlebih dahulu harus diuji keberartian korelasi (r), untuk itu digunakan statistik uji t dengan rumus:

Keterangan :

t = nilai uji t

r = koefisien korelasi Rank Spearman

= koefisien determinasi

n = jumlah sampel

Setelah diketahui besarnya koefisien korelasi, tahap selanjutnya mencari nilai koefisien determinasi. Ini dimaksudkan untuk mengetahui seberapa besar variabel independen memberikan pengaruh terhadap variabel dependen. Rumus yang digunakan yaitu:

Keterangan:

Kd       = Koefisien Determinasi

r2 = Koefisien Korelasi

3.   Penetapan Tingkat Signifikansi

Tingkat signifikansi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebesar α = 0,05, karena merupakan tingkat signifikansi yang umum digunakan dalam penelitian ilmu sosial dan cukup ketat untuk mewakili perbedaan antara variabel-variabel yang diuji. Angka α = 0, 05 memiliki makna, bahwa jika terjadi kesalahan, maka kesalahan tersebut tidak melebihi 5 % ( lima persen).

4.   Penetapan Kriteria Pengambilan Keputusan

Berikut ini kriteria yang digunakan peneliti untuk mengambil keputusan menerima atau menolak Ho, yaitu dengan membandingkan rs hitung dengan rs tabel, sebagai berikut :

rs hitung < rs tabel,: tidak terdapat  pengaruh yang signifikan Penerapan Prinsip Good Corporate Governance terhadap Pengungkapan Laporan Keuangan.

rs hitung ≥ rs tabel: terdapat  pengaruh yang signifikan Penerapan Prinsip Good Corporate Governance terhadap Pengungkapan Laporan Keuangan.

5. Penarikan Kesimpulan

Berdasarkan analisis  dan pengujian hipotesis yang telah dilakukan akan terdapat dasar untuk penarikan kesimpulan atau penelitian yang dilkukan. Berdasarkan kesimpulan tersebut, penulis selayaknya akan mencoba memberikan pandangan dan saran-saran yang bermanfaat bagi perusahaan dan peneliti selanjutnya.

3.3  Proses Penelitian

Proses penelitian merupakan suatu rangkaian yangdilakukan secara terus-menerus, terencana dan sistematis dengan maksud untuk mendapatkan pemecahan masalah. Oleh karena itu langkah yang diambil dalam penelitian haruslah tepat dan saling mendukung antara komponen satu dengan komponen lainnya. Proses penelitian dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

  1. Penentuan topik/judul penelitian.
  2. Penentuan masalah penelitian.
  3. Penentuan tujuan penelitian.
  4. Perumusan hipotesis.
  5. Penentuan populasi dan sampel penelitian.
  6. Penyusunan instrumen penelitian.
  7. Pengumpulan data.
  8. Pengolahan data.
  9. Analisis data.
  10. Penyusunan laporan penelitian.
About these ads

Maret 26, 2010 - Posted by | Uncategorized

Belum ada komentar.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: